Wednesday, September 30, 2015

Mulai 1 Oktober 2015, merokok di mobil bakal didenda Rp 1 juta!


Mulai tanggal 1 Oktober 2015 mendatang, akan ada larangan merokok di dalam mobil yang memiliki penumpang di bawah 18 tahun. Peraturan ini akan diterapkan di Inggris.

Menurut lansiran Paultan (28/9), ini adalah upaya untuk melindungi anak-anak dan remaja dari bahaya asap rokok.

Pemerintah Inggris menerapkan undang0undang baru yang kan berlaku untuk Inggris dan Wales. Bagi siapa pun yang melanggar akan didenda 50 Poundsterling atau setara dengan Rp 1,1 juta! Itu berlaku baik untuk pengemudi atau salah satu penumpang di dalam mobil. Akan tetapi denda akan diberikan pada pengemudi karena dianggap memperbolehkan seseorang merokok di dalam mobil sementara ada anak di bawah umur.

Undang-undang tersebut juga berlaku untuk semua jenis kendaraan, baik kendaraan pribadi atau angkutan umum. Baik itu kendaraap tertutup maupun kendaraan atap terbuka.

Akan tetapi belum dijelaskan secara rinci apakah larangan ini juga berlaku untuk rokok elektrik. So, bagaimana jika ini diberlakukan di Indonesia, ya? Kalian setuju, guys?

http://www.merdeka.com/otomotif/mulai-1-oktober-2015-merokok-di-mobil-bakal-didenda-rp-1-juta.html

Monday, September 28, 2015

Akhirnya Indonesia meluncurkan sendiri satelit buatan LAPAN


Untuk pertama kalinya, Indonesia meluncurkan sendiri satelit buatan anak negeri, yaitu Lapan-A2/Orari. Peluncuran dilakukan dengan menumpang roket India, PSLV 30, dengan muatannya satelit Astrosat dan 6 satelit kecil lainnya di mana salah satunya adalah Lapan-A2/Orari.

Selain Lapan-A2/Orari, ada juga satelit dari lain yang diluncurkan bersama dengan satelit Astrosat yakni satelit milik Kanada dan Amerika. Seluruhnya diluncurkan bersama dalam roket PSLV 30 dengan lokasi peluncuran di India.

Satelit Lapan-A2/Orari telah menempati orbitnya yang berjarak 650 km dari permukaan bumi dengan inklinasi 6 derajat. Satelit seberat 78 kg tersebut dibuat untuk rentang usia 2-3 tahun. Namun diharapkan nantinya kemampuan satelit berdimensi 500x470x380 milimeter tersebut dapat diperpanjang.

"Satelit Lapan-A2 mengorbit selama 60 tahun. Kalau usianya 2-3 tahun, tapi diharapkan mampu beroperasi hingga 6 tahun, seperti satelit pendahulunya, Lapan-A1," ujar Kepala Lapan, Thomas Djamaluddin, di kantor Lapan, Jl Pemuda, Rawamangun, Jakarta Timur, Senin (28/9/2015).

Lapan-A1 diluncurkan pada tahun 2007 dengan prediksi usia 2-3 tahun. Menurut Thomas, berhubung saat peluncuran Lapan-A1 kondisi matahari tidak terlalu menyengat, daya kekuatan Lapan-A1 menjadi lebih panjang.

Setelah dioperasikan selama 6 tahun, fungsi satelit ini baru mulai memudar sehingga pemanfaatannya dihentikan. Satelit tersebut masih beredar di angkasa namun tak dapat digunakan lagi.


http://news.detik.com/berita/3029961/satelit-buatan-anak-bangsa-diharapkan-bisa-bekerja-selama-6-tahun

Ternyata Kejahatan di Indonesia di bawah Malaysia


Di ASEAN, tingkat kejahatan di Indonesia adalah nomor empat dari delapan negara. Tiga juara di atas Indonesia adalah Malaysia, Vietnam, dan Kamboja. Adapun negara yang kejahatannya paling rendah adalah Singapura.
Demikian laporan Numbeo, "South-Eastern Asia: Crime Index by Country 2015 Mid Year". Indeks kejahatan di Indonesia adalah 46,10, sedangkan indeks keamanannya 53,90. Adapun Malaysia 69,34 (kejahatan) dan 30,66 (keamanan).
Numbeo menetapkan tataran di bawah 20 itu "sangat rendah", lalu antara 20 sampai 40 itu "rendah", sedangkan 40-60 itu "sedang", kemudian 60 sampai 80 itu "tinggi", dan 80 ke atas itu "sangat tinggi".
Sedangkan Singapura, dengan indeks kejahatan 17,08, itu termasuk "sangat rendah". Di ASEAN (minus Myanmar dan Laos) prestasi Negeri Tumasek belum ada yang menemani.
Numbeo mendapatkan data dari survei melalui situs web. Seperti halnya dalam indeks kejahatan di 15 Kota Asia Tenggara, mereka menyatakan, "Pertanyaan dalam survei itu serupa dengan beberapa survei pemerintah dan survei ilmiah."


http://beritagar.id/artikel/infografik/kejahatan-di-indonesia-di-bawah-malaysia

Alat orang Indonesia ini terbukti ilmiah sembuhkan kanker


Kanker telah menjadi permasalahan kesehatan masyarakat utama di seluruh dunia. International Agency for Research on Cancer (IARC), sebuah badan dibawah WHO pada tahun 2008 memperkirakan penderita kanker bertambah sebanyak 12,7 juta orang tiap tahun, dan menyebabkan kematian pada 7,6 juta orang, atau 21.000 kematian per hari.
Di Indonesia sendiri, penderita kanker menghadapi berbagai macam kendala, hingga banyak yang datang berobat dalam keadaan lanjut, dan efektifitas terapi menjadi sangat rendah.
Dalam kondisi serba terbatas ini, dunia kedokteran di Indonesia dikejutkan dengan klaim ditemukannya alat terapi kanker yang diberi nama ECCT (Electro Capacitive Cancer Treatment) oleh Warsito P Taruno, seorang pakar tomografi lulusan Jepang. Banyak kalangan kedokteran menganggap temuan ECCT ini tidak memiliki landasan ilmiah.
Dr. dr. Sahudi Salim, SpB(K)KL, pada akhir masa pendidikan doktoralnya di Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga melakukan penelitian untuk menjembatani kontroversi ilmiah di bidang terapi kanker di Indonesia ini. Sahudi membuktikan adanya peningkatan prosentase kematian sel yang diberi pajanan alat terapi kanker ECCT, serta mengungkap mekanisme patologi molekulernya.
"Kami melakukan penelitian eksperimental laboratorik in vitro, menggunakan Rancangan Acak Kelompok," kata Sahudi.
Dia menambahkan bahwa penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek pajanan medan listrik voltase rendah, dengan frekuensi menengah dari alat terapi kanker ECCT dan pengukuran variable yang dilakukan setelah pemberian perlakuan. Tiga macam kultur sel kanker yang digunakan adalah sel Hela, sel Kanker Rongga Mulut, dan sel Mesenkim Sumsum Tulang.
Sahudi menjelaskan bila sel kanker yang dipajan dengan ECCT selama 24 jam akan meningkatkan ekspresi tubulin A, cyclin B1, p53, dan Ki-67 secara signifikan dibandingkan dengan kontrol.
"Penelitian ini membuktikan bahwa ECCT dapat membunuh sel kanker secara signifikan, sedangkan sel non-kanker seperti sel mesenkim sumsung tulang masih dapat tetap hidup. Ini berarti penggunaan ECCT hanya akan membunuh sel kanker saja, tidak mengganggu kehidupan sel-sel lain yang dibutuhkan tubuh," pungkas Sahudi.
Sahudi berharap penelitian lanjutan terhadap ECCT dapat lebih banyak dilakukan oleh peneliti kedokteran, karena memberikan harapan baru bagi penderita kanker.

http://www.merdeka.com/teknologi/alat-orang-indonesia-ini-terbukti-ilmiah-sembuhkan-kanker.html

Sunday, September 27, 2015

BlackBerry Akhirnya Pakai Android Juga


CEO BlackBerry John Chen telah mengumumkan bahwa perusahaan memang tengah bersiap meluncurkan smartphone berbasis sistem operasi Android.

Apa alasan yang melatarbelakangi BlackBerry sehingga mau mengadopsi OS buatan Google ini?

"Ini adalah jawaban bagi pengguna BlackBerry lama yang menginginkan keyboard fisik, tetapi suka dengan aplikasi-aplikasi masa kini," ujar Chen seperti dikutip KompasTekno dari Cnet, Sabtu (26/9/2015).

Chen mengatakan, ponsel BlackBerry yang diberi nama Priv (asal nama dari "Privacy" dan "Privilege") itu adalah smartphone Android teraman yang beredar di pasaran.

Menurut dia, BlackBerry akan meluncurkan Priv pada tahun ini juga. Sementara itu, tidak ada rencana perusahaan meluncurkan ponsel BlackBerry dengan sistem operasi BB10 pada tahun ini.

Menurut Chen, Priv merupakan perangkat flagship yang ditujukan untuk konsumen umum, pekerja profesional, juga kalangan pemerintahan yang ingin produktif dan aman dengan perangkat Android.

Chen belum mengutarakan detail spesifikasi dari Priv. Rumor yang beredar sebelumnya menyebutkan bahwa ponsel ini akan memiliki layar 5,4 inci (2560x1440), prosesor Snapdragon 808, RAM 3GB, kamera 18 megapiksel dan 5 megapiksel, serta keyboard yang mendukung touch input seperti BlackBerry Passport.

Langkah BlackBerry yang akhirnya mengadopsi sistem operasi mobile berjemaah ini dianggap oleh analis di Strategic Analytic, Neil Mawston, sebagai upaya untuk menggaet konsumen yang lebih luas.

"Jika tidak bisa mengalahkannya (Android), maka bergabunglah," kata Mawston.

"OS BlackBerry sudah tidak sepopuler dulu lagi, makanya mereka beralih ke Android untuk menyasar pasar yang lebih besar di sisi konsumer," imbuhnya.

http://tekno.kompas.com/read/2015/09/26/14210087/BlackBerry.Akhirnya.Pakai.Android.Ini.Alasannya

Friday, September 25, 2015

Jumlah Jomblo Meningkat, Pasar Telekomunikasi Lesu


Krisis di dunia usaha telekomunikasi mulai mewabah semenjak meningkatnya perbandingan jumlah jomblo yang lebih banyak dibandingkan dengan yang punya pasangan. Angka fakir cinta yang naik drastis ini membuat penjualan pulsa semakin menurun.
Ditemui di kantornya, Mr. Anu; brand manager Telkonslet mengatakan bahwa angka ini berpengaruh signifikan karena mayoritas jomblo mengisi pulsa dengan nominal paling kecil hanya agar kartunya tidak hangus. Dipastikan hal ini dilakukan jomblo karena tidak punya orang spesial yang harus ditelpon berkali-kali.
“Pihak kemkominfo harus lebih sering memberdayakan pasar jomblo agar mereka sering membeli pulsa, ya minimal kasih umpan lambung lah, jangan kasih blasting ga penting terus,” ucap Mr. Anu, seperti yang dikutip dari liputan9.com
Mr. Anu juga berpendapat kalau umpan lambung dari pemerintah tidak harus berlanjut menjadi pacar. “Ya minimal friendzone lah, biar angka jomblo yang banyak ini lebih sering beli pulsa untuk PDKT walau hubungannya belum pasti. Intinya perusahaan telekomunikasi diuntungkan,” tambahnya.

http://terselubung.in/jumlah-jomblo-meningkat-pasar-telekomunikasi-lesu/

utang dari Bank Dunia, Indonesia bisa seperti Yunani


Pemerintah telah meminjam utang dari Bank Dunia dan Asian Development Bank (ADB) sebesar USD 4,2 miliar atau setara dengan Rp 60,9 triliun dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan 2015. Utang tersebut bakal digunakan untuk menutup defisit anggaran yang semakin membesar.
Direktur Centre For Budget Analysis (CBA) Uchok Sky Khadafi mengatakan penambahan utang tersebut membuat Indonesia berpotensi jadi negara gagal bayar seperti yang dialami Yunani. Yunani menjadi negara bangkrut setelah tidak mampu membayar utang sebesar USD 1,7 miliar atau setara Rp 22,7 triliun ke International Monetary Fund (IMF) yang jatuh tempo 30 Juni 2015 lalu.
"Indonesia bisa menjadi negara gagal karena tidak bisa bayar utang, dan bunga yang akan menguras sumber daya alam sendiri," ujar dia kepada merdeka.com di Jakarta, Kamis (24/9).
Menurut Uchok, pemerintah berpikir menyelamatkan ekonomi dengan menambah utang dari Bank Dunia. Padahal, menambah utang ini justru membuat Indonesia kembali bergantung pada lembaga keuangan internasional.
"Semakin banyak utang, Presiden Jokowi sedang mendorong Indonesia untuk dijajah kembali. Mereka pemerintah berpikir, dengan banyak berutang kepada lembaga donor, maka bisa menyelamatkan kondisi ekonomi sekarang," kata dia.
Sebelumnya, Dalam pagu anggaran APBN-P 2015, pemerintah menetapkan pinjaman alias utang luar negeri tahun ini sebesar Rp 48,6 triliun. Dana tersebut digunakan untuk menutup defisit anggaran yang semula ditetapkan sebesar 1,9 persen.
Defisit anggaran kemungkinan melebar menjadi 2,2 persen. Pemerintah mencari jalan pintas dengan menambah utang baru. Pemerintah menambah utang dengan meminjam USD 4,2 miliar atau setara dengan Rp 60,9 triliun dari Bank Dunia dan Asian Development Bank (ADB). Pinjaman multilateral ini akan digunakan untuk menutup defisit anggaran yang semakin melebar.
"Kami memilih sumber dari asing karena pasar masih fluktuatif dan pertumbuhan Indonesia sedang melambat," ucap pejabat Kementerian Keuangan, Scenaider Siahaan seperti dilansir reuters, Selasa (22/9).
Selain itu, pemerintahan Jokowi- JK juga akan mengeluarkan obligasi senilai Rp 500 triliun pada 2016 mendatang. Sebanyak 30 persen dana ini akan diambil dari asing.
Keputusan pemerintah menambah utang dari Bank Dunia sangat bertolak belakang dengan kejadian April lalu saat peringatan 60 tahun Konferensi Asia Afrika (KAA). Belum lepas dari ingatan kita saat Presiden Joko Widodo bersuara lantang mengkritik Bank Dunia. Jokowi mengkritik rumitnya pinjaman dari Bank Dunia dan dia menolak diatur-atur oleh lembaga internasional yang bermarkas di Amerika Serikat itu.
Saat peringatan KAA ke-60, Jokowi mengkritik keras keberadaan lembaga keuangan dunia yang tidak bisa lagi diandalkan untuk menyelesaikan masalah perekonomian bangsa.
"Ada pandangan bahwa persoalan ekonomi dunia hanya dapat diselesaikan oleh Bank Dunia, IMF, dan ADB. Itu adalah pandangan yang usang, yang perlu dibuang," ucap Jokowi.


http://www.merdeka.com/uang/tambah-utang-dari-bank-dunia-indonesia-bisa-seperti-yunani.html