Thursday, October 16, 2014

Cerita Mugiono, Tukang Becak yang Anaknya Kuliah di London


Keringat bercucuran membasahi kaus yang dipakai Mugiono yang mengayuh becak siang tadi. Topi pet hitam yang dipakainya seolah tak mampu menahan teriknya sinar matahari yang sedang memancar terik di atas kepala.

Namun, dengan tetap sigap, lelaki 55 tahun itu mengayuh becak berpenumpang seorang gadis cilik murid SD Patukangan 3 Kendal, Chelsea Nindya Pramesthi. Chelsea adalah putri Bupati Kendal Widya Kandi Susanti.

Sejak tiga bulan terakhir, Bupati Kendal memang memakai jasa Mugiono untuk mengantar jemput anak bungsunya itu. Jarak sekolah dengan rumah dinas bupati, sekitar dua kilometer. “Pagi jam 6.30 WIB saya mengantar ke sekolah Mbak Chelsea, kemudian sekitar jam 13.00 WIB siang kami jemput,” kata Mugiono, Kamis (16/10/2014) siang, sambil mengibas-ngibaskan topinya untuk menghalau udara panas.

Mugiono adalah ayah Raeni, alumnus Universitas Negeri Semarang (Unnes) yang lulus dengan IPK 3,96. Nah, sejak Raeni dan Mugiono bertemu dengan Widya, beberapa waktu lalu, suami Sujamah (51) itu pun diangkat menjadi petugas antar-jemput bagi Chelsea.

Biasanya, setelah usai mengerjakan tugasnya mengantar Chelsea kembali ke rumah, Mugiono akan kembali ke rumahnya. Namun terkadang, dia pun memilih beristirahat sejenak di halaman rumah Bupati, dengan duduk di bawah pohon mangga yang rindang. 


Humas Unnes/Lintang Hakim Raeni menuju Auditorium Universitas Negeri Semarang, Jawa Tengah, Selasa (10/6/2014), diantar sang ayah, Mugiyono, dengan becak yang menjadi sumber nafkah keluarga mereka.
Belum lama ini, Raeni dilepas oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono bersama para penerima beasiswa lain untuk bertolak ke London dan mendaftar di perguruan tinggi di sana. Mugiono bercerita, putrinya itu akan kembali ke Tanah Air, Jumat (17/10/2014) besok.

Dia mengaku hanya bisa berharap Raeni diterima di London School of Economics and Political Science (LSE), Inggris.

“Kalau saya berharap, ya, semoga anak saya diterima di sana. Sebab, itu cita-citanya. Dia juga pernah bilang sama saya, kalau diterima, dia bertekad akan menyelesaikan studinya selama 1,5 tahun. Setelah itu, pulang dan mengajar di Unnes. Saya hanya bisa berdoa saja,” ujar Mugiono sambil terus mengibas-ngibaskan topinya.

Raeni sekarang sudah menjadi asisten dosen di Unnes. Semenjak lulus dari kuliah dan mendapat IPK terbaik, kegiatan putrinya itu sangat banyak. Sebab banyak juga sekolah yang mengundang Raeni, untuk menjadi motivator.  “Alhamdulillah, Raeni seperti mendapat gunung dan anaknya,” kata Mugiono, dengan tatapan mata yang menerawang jauh....

 http://regional.kompas.com/read/2014/10/16/16274761/Cerita.Mugiono.Tukang.Becak.yang.Anaknya.Kuliah.di.London.

Majalah Time Bakal Memuat Foto presiden Terpilih Joko Widodo

Majalah Time bakal memuat foto presiden terpilih Joko Widodo sebagai sampul (cover) dengan judul headline berbunyi, "A New Hope" atau "Sebuah Harapan Baru".

Hal tersebut tak pelak menimbulkan kehebohan di kalangan pengguna media sosial Indonesia. Banyak orang yang sibuk berbagi gambar sampul berisi foto mantan Wali Kota Solo yang akrab disapa Jokowi itu. Berbagai komentar di Twitter, Facebook, dan Path pun ikut terlontar.

"Cover TIME minggu ini, Jokowi: A New Hope. Cover TIME minggu depan, Prabowo: The Empire Strikes Back," demikian cuit seorang pengguna Twitter bernama @kamentrader, mengacu pada pemilihan headline yang mirip dengan judul film pertama pada trilogi Star Wars Original.

Sutradara film, Joko Anwar, pun ikut menuliskan cuitan di akun Twitter-nya, "Presiden kita yang ketujuh. I belive in him," sambil menyertakan foto cover Time edisi Jokowi.

Beberapa netizen ada yang secara khusus menanggapi wajah Jokowi. "Aku kok merinding ya lihat Jokowi di sampul muka majalah TIME," cuit Aisyah Hilal. Ada juga yang mencuitkan senang dengan foto Jokowi tersebut karena menampilkan sosok Jokowi yang tulus dan jujur.

Di Facebook, seorang pengguna mengomentari wajah Jokowi terlihat lebih tua dan kelihatan tambah banyak rambut putihnya ketimbang saat menjadi gubernur DKI. Sementara itu, di Path, seorang pengguna membagikan cover Time ini sambil menulis, "Harapan bagi orang tampang ndeso yang bercita2 jadi Presiden."

Cover Time dimaksud memang menampilkan close-up wajah Jokowi. Dalam foto jepretan Adam Ferguson itu, tatapan mata Jokowi yang lurus ke arah depan dan raut muka yang dibuat agak kaku menyiratkan ketegasan.

"Indonesia adalah negara dengan populasi terbesar keempat di dunia, sebuah negeri demokrasi dengan sumber daya alam yang kaya," tulis Time dalam pengantar artikel mengenai Jokowi.
"Negara ini baru saja memilih presiden baru, silakan berkenalan dengan Joko Widodo."


@TIME/ Twitter Gambar cover majalah Time yang diunggah akun @TIME di Twitter
Time mengisahkan kesederhanaan Jokowi lewat cerita sebuah penerbangan ke Kota Solo. Seusai memesan secangkir susu dari pramugari, Jokowi tertidur sambil bersender ke jendela pesawat.

Seorang gadis cilik berumur 5 tahun yang kebetulan lewat di dekat bangku Jokowi di kelas ekonomi terkejut mendapati dirinya ternyata satu pesawat dengan sang presiden terpilih.

"Itu Pak Jokowi!" ujarnya girang sambil menunjuk Jokowi yang sedang terlelap. "Dia di pesawat bersama saya."

Majalah Time dengan cover Jokowi akan beredar pada 27 Oktober 2014, atau seminggu setelah pelantikan Jokowi sebagai presiden ke-7 Indonesia pada Senin, 20 Oktober 2014.


http://tekno.kompas.com/read/2014/10/16/12584857/Wajah.Jokowi.di.Majalah.Time.Bikin.Heboh.Medsos?utm_source=WP&utm_medium=box&utm_campaign=Kpopwp

Tuesday, October 14, 2014

Julia Perez Ternyata Lebih Cantik Tanpa Balutan Makeup


Makeup sudah menjadi bagian dalam kehidupan seorang wanita. Terutama bagi seorang entertainer, makeup sangatlah penting apalagi saat di depan kamera. Makeup akan membuat wajah mereka nampak lebih fresh dan tentu tambah cantik.
Seperti halnya dengan Julia Perez yang sering muncul di layar TV dengan balutan makeup. Artis yang akrab disapa Jupe ini bahkan kerap menggunakan makeup yang tak kalah cetar membahana. Makeup dengan pilihan warna lipstik merah menyala yang membuatnya terlihat sangat seksi. Bahkan, jarang sekali Anda melihat artis yang sering memicu kontroversial ini tanpa balutan makeup.

Foto selfie Jupe tanpa makeup | copyright instagram.comFoto selfie Jupe tanpa makeup | copyright instagram.com
Dua hari yang lalu, akun instagramnya dibanjiri dengan komentar pujian dari followersnya. Bagaimana tidak, Jupe mengunggah foto selfie tanpa menggunakan makeup dan dia terlihat sangat cantik dan manis. Jupe yang tengah terbaring sakit di rumah sakit membuat status untuk menyapa dan menyemangati sambil berdoa untuk kesembuhannya.

Banyak komentar pujian dari para penggemarnya | copyright instagram.comBanyak komentar pujian dari para penggemarnya | copyright instagram.com
Banyak fans yang kaget dan kagum setelah mengetahui kecantikan alami dari pelantun Aku Rapopo ini. Bahkan, salah satu followernya @euizfaridha berkomentar " ka jupe lebih cantik gak pake make up keluar bangget aura nya ,,ngfans kaka cepet sembuh ya ka ,,amin".

Pose selfie Jupe saat di rumah sakit | copyright instagram.comPose selfie Jupe saat di rumah sakit | copyright instagram.com
Tak ketinggalan, selain selfie menyapa fans dengan senyuman manis, Jupe juga mengunggah foto selfie ala anak zaman sekarang. Pose manyun namun yang membuatnya terlihat manis meski tanpa makeup.
Ladies, banyak yang bilang bahwa Jupe lebih cantik tanpa makeup. Anda setuju?

http://www.vemale.com/body-and-mind/cantik/74392-cantiknya-julia-perez-tanpa-balutan-makeup.html

Istimewanya Indonesia di Mata Pendiri Facebook


Hari Minggu lalu, Mark Zuckerberg untuk pertama kalinya menginjakkan kaki di Indonesia. Pendiri sekaligus CEO Facebook ini sempat berkeliling ke beberapa tempat di Indonesia dan bertemu dengan beberapa tokoh, termasuk presiden terpilih Joko Widodo yang akrab disapa Jokowi, Senin pagi (13/10/2014).

"Beliau (Jokowi) sempat bertanya apa keistimewaan Indonesia bagi Facebook," kata Zuckerberg mengenai perjumpaan dengan Jokowi yang berlangsung di Balai Kota DKI Jakarta itu.

Ditanya demikian, Zuckerberg teringat kembali pengalaman singgah di Kampung Cyber, Taman Sari, Yogyakarta, sehari sebelumnya.

Di sana, Zuckerberg mengaku terkesan dengan apa yang dia lihat, misalnya soal penerapan internet dan Facebook sebagai media warga secara swadaya.

"Ada banyak budaya dan inovasi dari Indonesia yang bisa dibagi dengan orang-orang lain dari berbagai belahan dunia," katanya.

Namun sayang, menurut Zuckerberg di Indonesia masih terjadi kesenjangan konektivitas internet, terutama melalui jaringan seluler, karena hambatan biaya untuk memperoleh paket data mobile. "Padahal, ada banyak peluang yang bisa didapatkan dari akses internet itu," katanya.

Facebook melalui wadah Internet.org yang turut mencakup enam perusahaan lain pun berusaha mendorong efisiensi penggunan data seluler di Indonesia. Caranya adalah dengan mengoptimalkan jaringan dan membuat aplikasi yang mampu menggunakan bandwidth internet dengan lebih hemat.

Dengan begitu, diharapkan biaya akses internet akan menurun dan menutup kesenjangan konektivitas antar pengguna internet mobile di Indonesia yang 75 persen di antaranya masih bergantung pada jaringan 2G GSM/ EDGE, menurut data dari Internet.org.

"Pada akhirnya, koneksi internet ini amat penting bukan hanya untuk pertumbuhan ekonomi Indonesia, namun juga bagi iklim budaya dan inovasi di seluruh dunia," tutup Zuckerberg.


http://tekno.kompas.com/read/2014/10/14/11110067/Keistimewaan.Indonesia.di.Mata.Pendiri.Facebook

Friday, October 10, 2014

Kopi Luwak terancam diklaim Malaysia

Kreativitas anak bangsa dalam mengolah biji luwak menjadi kopi yang nikmat rupanya mulai ditiru Malaysia. Hal itu diungkapkan oleh Chairman Speciality Coffee Association of Indonesia Leman Pahlevi.
Leman menuturkan, Malaysia sudah memulai proses produksi kopi luwak. Namun masih dalam skala kecil.
"Mereka belum akan menyaingi kita, karena kopi Malaysia juga masih sedikit. Jadi saya rasa dalam waktu dekat tidak akan menyaingi Indonesia," ujar Leman di JiExpo, Kemayoran, Jakarta Utara, Jumat (10/10).
Meski belum menjadi ancaman berarti, namun jika tidak didukung dengan baik, keberadaan produk kopi luwak Indonesia bisa terancam. Apalagi kopi luwak Indonesia belum dipatenkan. Dikhawatirkan, negara tetangga bakal mengklaim kopi luwak sebagai produksi khas mereka.
"Ini harusnya dipatenkan untuk kita sendiri. Makanya kita minta pemerintah untuk memproteksi ini," tegasnya.
Dia tidak memungkiri, kopi luwak bisa diproduksi di mana saja. Yang membedakannya yakni kondisi demografi yang didiami oleh hewan tersebut. "Luwak dimana-mana ada, tapi kualitasnya yang paling bagus, ini karena biji kopi yang diambil menurut naluri luwak, sehingga yang didapat itu yang benar-benar bagus. Sementara kalau kita hanya melihat bahwa biji kopi itu sudah merah makanya dipetik," jelas Leman.
Saat ini, kopi luwak disebut sebagai kopi paling mahal di dunia. Harga biji kopi luwak ini telah mencapai USD 200 atau sekitar Rp 2,4 juta per kg.


http://www.merdeka.com/uang/tak-segera-dipatenkan-kopi-luwak-terancam-diklaim-malaysia.html

Thursday, October 9, 2014

Mau Tahu Peminum Alkohol Punya Perut Buncit

Perut yang buncit sering disebut dengan beer belly. Selain karena lemak berlebih yang menumpuk di area abdominal ini, ada alasan kenapa perut buncit lebih dikenal dengan istilah tersebut.

Penyebab utamanya tentu saja karena memang kebiasaan minum bir. Bir merupakan minuman dengan kalori cukup tinggi, sekitar 150 kalori per gelas. Kalori pada bir setara dengan tujuh keping biskuit susu atau es serut dengan topping susu dan kacang merah. Belum lagi camilan yang biasa dikonsumsi untuk menemani minum bir, mulai dari keripik kentang hingga kacang yang semakin menambah asupan kalori ke dalam tubuh.

Jadi bisa dibayangkan berapa banyak kalori yang masuk hanya dengan segelas bir beserta 'teman-temannya' itu. Lalu, kenapa lemak cenderung berkumpul di perut? Penyebabnya ada dua faktor, yaitu gender dan usia.

Seperti dikutip dari BBC, beer belly umumnya lebih banyak dimiliki kaum pria karena secara metabolisme, tubuh pria akan menyimpan kelebihan lemak di perut. Saat usia di atas 35 tahun, metabolisme tubuh akan melambat dan tidak bisa lagi mengolah lemak serta kalori menjadi energi dengan maksimal.

Sementara pada wanita, lemak lebih banyak disimpan di bagian punggung dan pinggul. Maka tak heran jika semakin bertambah usia, banyak wanita mengeluhkan lemak menggelambir pada bagian paha ke atas.

Selain berkontribusi menambah tumpukan lemak, minum bir terlalu sering juga berbahaya bagi kesehatan. Gangguan liver kerap mengintai para peminum bir dan minuman beralkohol lainnya. Saat menenggak bir, liver harus bekerja lebih keras untuk mendetoks alkohol dari dalam tubuh. Seperti halnya mesin, apabila 'dipaksa' bekerja terus menerus, lama kelamaan ia akan rusak dan tidak dapat lagi berfungsi dengan semestinya.

Dalam kondisi kronis, liver akan mengalami peradangan dan rusak, yang sering disebut dengan sirosis. Pada akhirnya fungsi sel-sel liver akan berhenti total dan menyebabkan kematian.


http://wolipop.detik.com/read/2014/10/09/101213/2713838/1135/ini-sebabnya-para-peminum-alkohol-punya-perut-buncit?

Cerita WN Ukraina Tentang Indonesia yang Mengharukan


Akhir-akhir ini, banyak media memberitakan sesuatu yang negatif dan bisa membuat kita pusing sendiri. UU Pilkada, kelangkaan BBM dan rencana kenaikannya, rusuh ormas di Jakarta — kamu pun jadi bertanya-tanya: kabar baik tentang Indonesia kok sudah jarang terdengar? Sebegitu buruknyakah negeri kita?
Kawan, tenang. Kabar baik selalu ada. Indonesia itu negara yang penuh cinta. Bahkan banyak orang asing yang datang ke negara kita untuk mempelajari kebudayaan Indonesia. Kita seharusnya bangga, loh! Nah, kali ini gue mau ngasih tau sebuah kisah dari Valeria Rumiantseva, mahasiswi asing asal Ukraina, tentang Indonesia. Tulisan ini ditorehkannya sendiri dalam bahasa Indonesia. Semoga saja, cerita Valeria bisa mengantarkanmu untuk semakin cinta pada negerimu sendiri!
1412673818195 Masih Ada Kabar Baik untuk Indonesia Mengapa S large png
Keinginanku: Menjadi Seorang Ahli dalam Bahasa Indonesia
Awalnya, ketika saya akan pergi ke Indonesia, saya pikir – o, ya, ini kesempatanku untuk memperbaiki pengetahuanku tentang budaya Indonesia dan kemampuan bahasa Indonesiaku, karena saya ingin menjadi ahli jurusan Bahasa Indonesia di negeri asal saya, Ukraina. Saya dan teman-teman mulai mencari kota yang pas untuk belajar dan berwisata budaya. Terlihat jelas bahwa Jogja menjadi pilihan yang paling bagus. Tetapi salah satu hal yang penting untuk saya – di Jogja ada banyak pantai, di mana saya dapat berkenalan dengan samudra yang selama ini saya impikan.
Impianku Melihat Samudra Indonesia
Berkunjung ke samudra adalah impian saya dari waktu masa kecil. Setiap tahun saya ke Laut Hitam, yang ada di Ukraina – negara saya. Tetapi di dalam hati saya selalu bertanya – bagaimana saya bisa merasa di dekat dengan samudra? Saya tidak dapat membayangkan bahwa itu akhirnya menjadi pengalaman yang nyata dalam hidupku.
“Mengapa Kalian, Semua Orang Indonesia, Selalu Tersenyum?”
Minggu pertama penuh dengan rasa baru, dengan emosi yang tidak diduga-duga. Semua orang di Indonesia saya temui memiliki hati yang baik, dan ramah sekali kepada orang asing.
“Mengapa kalian, semua orang Indonesia, selalu tersenyum?”
Saya tidak tahu, tetapi saya senang sekali. Karena hal itu tidak biasa bagi orang Ukraina, yang tidak lazim memberikan senyuman kepada orang asing. Yang paling saya suka – anak-anak Indonesia, karena semuanya sangat senang kalau ada orang asing yang bisa berbicara bahasa Indonesia dengan mereka. Kalau ada orang asing hanya bertanya nama, tanpa rasa takut, tanpa pikiran buruk, mereka hanya tertawa seperti burung-burung kecil menyanyi.
Ada hal yang menarik perhatian saya: dimana-mana saya bisa melihat banyak orang yang susah secara ekonomi. Tetapi semua orang terlihat senang di sini. Karena itu, saya merasa nyaman di sini.
Museum Menjadi Pilihan Untuk Menyegarkan Jiwa
Satu hal lain – museum Affandi di Yogya. Saya suka mengambar, dan karena itu melihat langsung karya seniman terkenal, sangat penting untuk saya. Walaupun gaya Affandi tidak begitu dekat dengan apa saya suka, tapi beliau terlihat seperti orang budiman, dan saya tertarik dengan pesonanya. Museum Affandi ini menjadi tempat untuk jiwa saya, karena suasananya yang indah dan sepi, dan dekat di hati saya. Kalau kamu berlibur ke Jogja, tempat ini harus kamu kunjungi.
Akhirnya, Akhir Pekanku Bersama Samudra
Dan, akhirnya, saya bertemu dengan Samudera Raya. Saya tidak pernah lihat ombak-ombak yang tinggi! Saya tidak pernah melihat warna biru secerah itu. Lautnya terlihat hidup. Ombak-ombak lautan seperti nafas, dan suaranya seperti sedang membisikan tentang seluruh sejarah dunia. Ya, saya dan beberapa teman bermain dengan air laut seperti anak-anak. Kalau ombaknya berhenti sedikit, saya memilih memandang pada gelombang air pasangnya, dan seakan-akan mendengarkan kata-kata tentang sesuatu, yang hanya hati bisa mengerti. O, orang-orang Indonesia, kalian semua seharusnya sangat senang memiliki samudra yang begitu dekat! Saya pikir, air lautnya menyembunyikan rahasia yang tidak pernah kita ketahui. Saya berharap ini bukan terakhir kali saya bertemu dengan samudera. Mungkin, saya akan berkunjung ke beberapa pulau lain, dengan alamnya yang kaya, dan dengan cerita berbeda dari lautan di sana.
- Valeria Rumiantseva
Nah, setelah membaca cerita Valeria di atas, apa yang kamu rasakan? Semoga kamu bisa lebih dalam mencintai negerimu, Indonesia!

https://www.mindtalk.com/channel/orangindonesia/post/masih-ada-kabar-baik-untuk-indonesia-mengapa-s-519417686984237395.html