Saturday, October 12, 2013

Angka 19 di Dalam Al-Quan Yang Sangat Istimewa


Sebagai umat muslim sudah semestinya kita meyakini kebenaran Al-Quran sebagai kitab suci yang tidak ada keraguan sedikitpun, sebagai petunjuk bagi orang-orang yang bertaqwa. Namun kemukjizatan Al-Quran tidak hanya dibuktikan lewat kesempurnaan kandungan, keindahan bahasa, ataupun kebenaran ilmiah yang sering mengejutkan para ahli.

Suatu kode matematik yang terkandung di dalamnya sebagai contohnya, tak terungkap selama berabad-abad lamanya sampai seorang sarjana dari Mesir bernama Rashad Khalifa berhasil menyingkap tabir kerahasiaan tersebut.

 Paling--seru.blogspot.com protected image Paling--seru.blogspot.com protected image Paling--seru.blogspot.com protected image

Jadi berdasarkan hasil penelitiannya yang dilakukan selama bertahun-tahun dengan bantuan komputer ternyata sangat mencengangkan. Betapa tidak, ternyata didapati bukti-bukti surat-surat atau ayat-ayat dalam Quran serba berkelipatan angka 19.

Penemuannya tersebut berkat penafsirannya pada Al Qur’an surat Al Muddatstsir ayat : 30-31, yang artinya:

“Di atasnya ada sembilan belas (malaikat penjaga). Dan tiada Kami jadikan penjaga neraka itu melainkan dari malaikat; dan tidaklah Kami menjadikan bilangan mereka itu melainkan untuk jadi cobaan bagi orang-orang kafir, supaya orang-orang yang diberi Al-Kitab yakin dan supaya orang yang beriman bertambah imannya dan supaya orang-orang yang diberi Al-Kitab dan orang-orang mu’min itu tidak ragu-ragu dan supaya orang-orang yang di dalam hatinya ada penyakit dan orang-orang kafir (mengatakan) : “Apakah yang dikehendaki Allah dengan bilangan ini sebagai perumpamaan?” Demikianlah Allah menyesatkan orang-orang yang dikehendaki-Nya dan memberi petunjuk kepada siapa yang dikehendaki-Nya. Dan tidak ada yang mengetahui tentara Rabbmu melainkan Dia sendiri. Dan Saqar itu tiada lain hanyalah peringatan bagi manusia ”. (Qs. Al Muddatstsir : 30- 31)

Pada tahun 1976 silam, hasil penemuannya yang sangat mengejutkan ini telah didemonstrasikan di depan umum ketika diselenggarakan Pameran Islam Sedunia di London. Berikut beberapa cuplikan dari sebagian penemuannya tersebut :

1. Setiap surat di dalam Al-Quran dibuka dengan bacaan basmallah yang berbunyi: “Bismillaahirrahmaanirrahiim“. Dalam aksara Arab, jumlah huruf di dalam bacaanbasmallah itu terdiri dari 19 huruf (19 = 1 x 19). Sembilan belas huruf itu adalah ba, sin,mim, alif, lam, lam, hha, alif, lam, ro, ha, mim, nun, alif, lam, ro, ha, ya, mim.

2. Kalimat basmallah terdiri dari empat kelompok kata: ism, Allaah, ar-rahmaan, danar-rahiim. Marilah kita rinci satu per satu:
- Kata ismu yang artinya “Nama” disebutkan 19 kali di dalam seluruh ayat Al-Quran (19 = 1 x 19).
- Kata Allah di dalam Al-Quran disebutkan sebanyak 2698 kali (2698 = 142 x 19).
- Kata ar-rahmaan yang artinya “Maha Pengasih” disebutkan di dalam Al-Quran sebanyak 57 kali (57 = 3 x 19).
- Kata ar-rahiim yang artinya “Maha Penyayang” disebutkan di dalam Al-Quran sebanyak 114 kali (114 = 6 x 19).

3. Kalimat basmallah di dalam Al-Quran disebutkan 114 kali (114 = 6 x 19). Surat ke-9 tidak dimulai dengan basmallah, surat ke-27 memakai basmallah 2 kali (yaitu pada pembuka dan pada ayat 30).

4. Jumlah surat di dalam Al-Quran seluruhnya 114 surat (114 = 6 x 19).

5. Wahyu pertama turun 19 kata (19 = 1 x 19). Wahyu pertama terdapat pada surat nomor 96 (Al-’alaq) ayat 1 sampai 5.

6. Wahyu kedua turun 38 kata (38 = 2 x 19). Wahyu kedua terdapat pada surat ke-68 ayat 1 sampai 9.

7. Wahyu ketiga turun 57 kata (57 = 3 x 19). Wahyu ketiga terdapat pada surat ke-73 ayat 1 sampai 10.

8. Wahyu terakhir turun 19 kata (19 = 1 x 19). Wahyu terakhir terdapat pada surat ke-110 ayat 1 sampai 3.

9. Surat 96 adalah tempat wahyu pertama. Ternyata surat ini hanya terdiri 19 ayat saja.

10. Surat 96 sebagai tempat wahyu pertama berada pada bilangan ke-19 dari 114 surat jika dihitung dari belakang, yaitu 114, 113, 112, …, 98, 97, 96.

11. Wahyu pertama pada surat 96 itu turun sebanyak 5 ayat (ayat 1 sampai 5). Jumlah huruf di dalam 5 ayat itu adalah 76 buah (76 = 4 x 19).

12. Surat 96 itu seluruhnya terdiri dari 285 huruf (285 = 15 x 19).

13. Pertengahan Al-Quran terletak pada ayat 19 dari surat 18, (19 = 1 x 19).

14. Terdapat 29 surat yang dimulai dengan kata yang terdiri dari huruf tunggal sepertiNun, Qof, Shod, maupun kata yang terdiri dari 2, 3, 4, dan 5 huruf seperti “Alif Lam Mim“, “Alif Lam Ro“, “Kaf Ha Ya ‘Ain Shod“. Kata-kata tersebut secara harafiah tidak mempunyai makna, namun Allah lah yang tahu apa maksudnya. Marilah kita rinci sebagai berikut:

a) Surat ke-2 dimulai dengan “Alif Lam Mim“. Jumlah huruf alif + lam + mim di dalam surat ke-2 itu adalah 4502 + 3202 + 2195 = 9899 = 521 x 19.

b) Surat ke-3 juga dimulai dengan “Alif Lam Mim“. Jumlah huruf alim + lam + mim di dalam surat ke-3 adalah 2521 + 1892 + 1249 = 5662 = 289 x 19.

c) Surat ke-7 dimulai dengan “Alim Lam Mim Shod“. Jumlah huruf alim + lam + mim +shod di dalam surat ke-7 itu adalah 2529 + 1530 + 97 = 5320 = 280 x 19.

d) Surat ke-13 dimulai dengan “Alif Lam Mim Ro“. Jumlah huruf alif + lam + mim + ro di dalam surat ke-13 adalah 605 + 480 + 260 + 137 = 1482 = 72 x 19.

e) Surat ke-19 dimulai dengan “Kaf Ha Ya ‘Ain Shod“. Jumlah huruf kaf + ha + ya + ‘ain +shod di dalam surat ke-19 itu adalah 137 + 175 + 343 + 117 + 26 = 798 = 42 x 19.

f) Surat ke-36 (surat Yaasiin) dimulai dengan “Yaa Sin“. Jumlah huruf ya + sin di dalam surat ke-36 itu ada sebanyak 237 + 48 = 285 = 15 x 19.

g) Surat ke-50 dimulai dengan “Qof“. Jumlah huruf qof di dalam surat 50 adalah 57 buah (57 = 3 x 19).

h) Surat ke-68 dimulai dengan “Nun“. Jumlah huruf nun di dalam surat 68 adalah 133 buah. (133 = 7 x 19).

i) Tujuh surat dibuka dengan “Haa Mim“, yaitu surat 40, 41, 42, 43, 44, 45, 46. Jumlah huruf ha + mim di dalam tujuh buah surat itu adalah 2147 buah. (2147 = 113 x 19), dengan rincian:

  • - Surat 40, jumlah huruf ha + mim = 64 + 380 = 444
  • - Surat 41, jumlah huruf ha + mim = 48 + 276 = 324
  • - Surat 42, jumlah huruf ha + mim = 53 + 300 = 353
  • - Surat 43, jumlah huruf ha + mim = 44 + 324 = 368
  • - Surat 44, jumlah huruf ha + mim = 16 + 150 = 166
  • - Surat 45, jumlah huruf ha + mim = 31 + 200 = 231
  • - Surat 46, jumlah huruf ha + mim = 36 + 225 = 261

Total = 444 + 324 + 353 + 368 + 166 + 231 + 261 = 2147 = 113 x 19

j) Ada enam buah surat yang dibuka dengan “Alim Lam Mim“. Jumlah huruf alif + lam +mim pada enam buah surat tersebut adalah 19874 buah, (19874 = 1046 x 19), dengan rincian:

  • - Surat 2, jumlah huruf alif + lam + mim = 4502 + 3202 + 2195 = 9899 = 521 x 19
  • - Surat 3, jumlah huruf alif + lam + mim = 2521 + 1892 + 1249 = 5662 = 298 x 19
  • - Surat 29, jumlah huruf alif + lam + mim = 774 + 554 + 344 = 1672 = 88 x 19
  • - Surat 30, jumlah huruf alif + lam + mim = 554 + 393 + 317 = 1254 = 66 x 19
  • - Surat 31, jumlah huruf alif + lam + mim = 347 + 297 + 173 = 817 = 43 x 19
  • - Surat 32, jumlah huruf alif + lam + mim = 257 + 155 + 158 = 570 = 30 x 19

Total = 9899 + 5662 + 1672 + 1254 + 817 + 570 = 19874 = 1046 x 19.

k) Semua surat yang dimulai dengan “Alif Lam Ro“, jumlah huruf alif + lam + ro = 9462 = 498 x 19, dengan rincian sebagai berikut:

  • - Surat 10, jumlah alif + lam + ro = 1319 + 913 + 257 = 2489 = 131 x 19
  • - Surat 11, jumlah alif + lam + ro = 1370 + 794 + 325 = 2489 = 131 x 19
  • - Surat 12, jumlah alif + lam + ro = 1306 + 812 + 257 = 2375 = 125 x 19
  • - Surat 14, jumlah alif + lam + ro = 585 + 452 + 160 = 1197 = 63 x 19
  • - Surat 15, jumlah alif + lam + ro = 493 + 323 + 96 = 912 = 48 x 19

Total = 2489 + 2489 + 2375 + 1197 + 912 = 9462 = 498 x 19

Dari uraian angka-angka di atas, dapatkah kita menyatakan bahwa Al-Quran itu diturunkan secara cermat dalam modulo 19 atau kelipatan 19? Semua angka tersebut tampak seperti deretan bilangan acak (random), namun setelah diteliti merupakan kelipatan angka 19.

Subhanallah! Allaahu Akbar! Fenomena angka 19 ini membuktikan bahwa Al-Quran bukanlah buatan manusia, tetapi ia benar-benar berasal dari Allah SWT. Fenomena 19 bukan pula suatu kebetulan atau mengada-ada, tetapi sebagai bukti kebenaran Al-Quran itu sendiri.

Ayat-ayat Al-Quran tidak pernah berubah dari dulu hingga sekarang, huruf demi huruf, karena Allah selalu menjaga keasliannya, seperti yang difirmankan dalam dua ayat berikut:

“Telah sempurnalah kalimat Tuhanmu (Al-Quran) dengan benar dan adil. Tidak ada yang dapat mengubah kalimat-kalimat-Nya dan Dia Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui“. (Qur’an Surat Al-An’am ayat 115)

“Sesungguhnya Kami yang menurunkan Al Qur’an, dan sesungguhnya Kami memeliharanya“. (Qur’an Surat Al-Hijr ayat 9)

Maha Benar Allah yang Maha Agung.

http://paling--seru.blogspot.com/2013/10/misteri-dari-teka-teki-angka-19-di.html#axzz2hYfegeAQ

Ini Pesaing Indonesia di Piala Asia U-19 2014


Setelah lolos dari babak kualifikasi, Indonesia akan tampil di putaran final Piala Asia U-19 tahun depan di Myanmar. Siapa saja tim-tim peserta yang lain, berikut ini daftarnya.

Piala Asia U-19 mendatang akan digelar di bulan Oktober 2014, diikuti 15 tim plus tuan rumah. Ke-15 tim tersebut adalah para juara fase kualifikasi yang terdiri dari 9 grup, serta 6 tim peringkat kedua terbaik.

Juara bertahan, Korea Selatan, termasuk tim runner-up terbaik itu. Mereka pun tetap lolos walaupun malam ini kalah dari Indonesia 2-3 dan menjadi runner-up Grup G.

Berikut ini daftar peserta Piala Asia U-19 edisi 2014:

Juara-juara grup: Qatar, Uni Emirat Arab, Irak, Iran, Oman, Vietnam, Indonesia, Korea Utara, Jepang
Para runner-up grup: China, Australia, Korea Selatan, Uzbekistan, Thailand, Yaman
Tuan rumah: Myanmar

* Pemain yang bisa mengikuti turnamen ini adalah yang lahir pada/setelah 1 Januari 1995.
* Pengundian grup akan ditentukan kemudian oleh AFC
* Empat tim terbaik (semifinais) otomatis lolos ke Piala Dunia U-20 tahun 2015


http://sport.detik.com/sepakbola/read/2013/10/13/003531/2385463/76/ini-pesaing-indonesia-di-piala-asia-u-19-2014

Indonesia ke Putaran Final Piala Asia U-19


Indonesia meraih kemenangan 3-2 atas Korea Selatan dalam laga terakhir penyisihan Grup G Kualifikasi Piala Asia U-19 di Stadion Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Sabtu (12/10/2013). Evan Dimas jadi pahlawan Garuda Jaya lewat hat-trick yang dibikinnya dalam laga krusial tersebut.

Dengan kemenangan ini, Indonesia meraih tiket putaran final Piala Asia U-19 yang akan berlangsung tahun depan di Myanmar, karena menjadi juara grup dengan raihan sembilan poin. Sedangkan Korea, sang juara bertahan dan juga peraih 12 gelar event ini, hanya bisa berharap menjadi runner-up terbaik untuk menjadi pendamping tim Merah-Putih, karena hanya mengumpulkan enam poin.

Seperti janji pelatih Indra Sjafri, Indonesia bermain agresif sejak peluit kick-off berbunyi. Pertarungan di sektor tengah berlangsung sangat ketat. Di 10 menit pertama, Indonesia memiliki dua peluang melalui Ilham Udin. Pada menit kelima, Ilham berhasil menusuk dari sayap kiri untuk menerima umpan Evan Dimas. Tetapi kontrol yang kurang sempurna membuat bola melaju kencang sehingga penjaga gawang Lee Taehui bisa menyapu si kulit bundar keluar.

Pada menit ke-10, Ilham kembali mendapat umpan terobosan dan dia berhasil menusuk ke pertahanan Korea. Sayang, umpan kaki kirinya lebih dekat kepada penjaga gawang yang dengan sempurna menangkapnya.

Meski demikian, Korea tak panik. Tim juara bertahan ini pun memberikan tekanan kepada Indonesia melalui sayap kanan. Tetapi barisan pertahanan Indonesia cukup sigap mengantisipasinya, sehingga Korea tak memiliki peluang terbaik untuk membahayakan gawang Ravi Murdianto.

Pada menit ke-15, Korea mendapat peluang emas melalui Hwang Hee Chan yang berhasil memperdaya Ravi ketika menembus kotak penalti. Beruntung Muhammad Fatchu sangat sigap mengantisipasinya sehingga bisa membuang bola keluar untuk melahirkan tendangan pojok. Selamatlah gawang Indonesia yang tak terkawal lagi.

Setelah itu, Korea mulai memegang kendali permainan. Serangan melalui kedua sayap, yang menjadi kekuatan Korea, membuat barisan pertahanan Indonesia harus bekerja ekstra keras. Di menit ke-19, Korea membangun serangan dari sayap kanan yang kembali mengancam pertahanan Garuda Jaya. Kim Shin melepas umpan ke mulut gawang dan terjadi duel. Muhammad Sahrul sangat sigap menyundul si kulit bundar, mendahului Sim Jehyeok yang juga sudah siap membobol gawang Ravi.

Menit ke-21, Kim Jeongmin melepaskan umpan silang ke mulut gawang Indonesia. Ravi berhasil mengantisipasinya dengan baik, dan dia meninju bola yang melaju sangat kencang. Ravi tak mau mengambil risiko menangkap bola yang tampaknya licin karena laga diwarnai hujan deras.

Indonesia mendapat peluang terbaik pada menit ke-25 lewat Zulfiandi. Di kotak penalti Korea, dia berhasil mencuri bola dari kaki bek lawan yang tak sempurna mengontrol bola karena memang kondisi lapangan sangat buruk akibat genangan air. Sayang, umpannya ke mulut gawang tak berbuah gol karena tak ada teman di sana. Dua menit berselang, Zulfiandi kembali mengancam gawang Korea lewat tendangan keras dari luar kotak penalti. Sayang, bola melebar tipis di sisi kanan gawang Lee Taehui.

Indonesia benar-benar memanfaatkan momentum untuk menekan pertahanan Korea. Di menit ke-29, lagi-lagi gawang Korea mendapat ancaman sangat serius ketika Maldini berhasil menahan bola yang ingin dibuang bek Korea. Bola memantul ke dalam kotak penalti dan gagal ditangkap kiper Korea. Tetapi Maldini kehilangan posisi yang bagus untuk melakukan tembakan ke gawang yang tidak terkawal lagi.

Gol yang dinantikan publik Indonesia terjadi pada menit ke-30. Berawal dari serangan di sektor kanan pertahanan Korea, Ilham berhasil melepaskan umpan silang yang langsung disambut Evan Dimas dengan mencocor bola ke gawang Korea. 1-0 untuk Garuda muda.

Namun keunggulan Indonesia hanya bertahan dua menit karena Muhammad Fatchu melanggar Kim Shin di dalam kotak penalti. Seol Taesu yang menjadi algoju hukuman tendangan 11 meter tersebut melaksanakan tugasnya dengan baik untuk menaklukkan Ravi. Skor menjadi 1-1.

Menit ke-39, Muchlis Hadi Ning membuat publik Indonesia terhenyak ketika menyambut umpan silang Evan Dimas dari sayap kanan. Sayang, bola sentuhan kaki kanannya terlalu tinggi di atas mistar gawang Korea.

Pada menit ke-42, wasit mengambil keputusan untuk menghentikan sementara pertandingan. Kondisi lapangan yang sangat buruk akibat genangan air, membuat permainan tak berlangsung sebagaimana mestinya karena alur bola menjadi tersendat.

Setelah terhenti 25 menit, laga dilanjutkan untuk menghabiskan tiga menit terakhir di babak pertama (plus tambahan waktu empat menit). Pada masa injury time, Indonesia nyaris unggul jika tendangan Muhammad Hargianto dari luar kotak penalti tak membentur mistar gawang. Sayang, bola pantulan dari mistar itu hanya mengenai garis gawang dan bisa dihalau keluar pemain belakang Korea. Meskipun Muchlis Hadi Ning melakukan protes kepada hakim garis, karena menilai bola pantulan itu masuk, tetapi wasit tetap menyatakan tidak terjadi gol.

Dari tayang ulang, terlihat bola pantulan tersebut mengenai garis gawang, sehingga tidak semua bola melewati garis gawang. Dengan demikian, keputusan wasit tidak mengesahkannya menjadi gol adalah hal yang tepat. Sampai wasit meniup peluit panjang tanda babak pertama usai, skor tetap imbang 1-1.

Kedua tim memulai babak kedua dengan tempo tinggi. Indonesia pun berhasil menambah gol di menit ke-49 lewat Evan Dimas, yang dengan sempurna memanfaatkan umpan tarik Maldini. Maldini yang menyisir di sayap kanan berhasil menembus kotak penalti, dan memberikan umpan tarik kepada Evan Dimas. Sang kapten dengan tenang mengontrol bola dan melepaskan tendangan dengan kaki kirinya membuat skor menjadi 2-1.

Keunggulan tersebut membuat para pemain Indonesia kian percaya diri sehingga berani memperagakan permainan pendek dari kaki ke kaki. Ini membuat barisan belakang Korea kelabakan dan harus berjibaku menahan gempuran Maldini, Muchlis dan Evan Dimas. Sejumlah peluang pun berhasil diraih, termasuk oleh Ilham pada menit ke-62, yang masih menyamping tipis di sisi kiri.

Kemudian, pada menit ke-68 giliran Muchlis yang mendapat peluang terbaiknya sepanjang laga. Maldini melepaskan umpan dari sayap kanan dan bola matang diperoleh Muchlis untuk melepaskan tendangan voli. Sayang, eksekusinya tak sempurna sehingga bola hanya bergulir pelan dan dengan mudah ditangkap kiper.

Korea, meskipun lebih mengandalkan serangan balik, bisa memperoleh peluang emas pada menit ke-72. Beruntung, eksekusi Kim Shin tak tepat sasaran karena bola melebar di sisi kanan gawang. Padahal, Ravi yang terlanjur maju untuk memotong bola umpan terobosan pemain Korea, sudah terlambat kembali ke gawang setelah terjatuh.

Memasuki menit ke-75, Indonesia terus mengurung pertahanan Korea, sang juara bertahan turnamen ini. Gempuran dari semua sisi membuat para pemain Korea bekerja ekstra keras. Ilham yang menusuk dari sayap kiri mampu menerobos ke dalam kotak penalti, tetapi bola chip-nya tak sempurna dan terlalu pelan, sehingga meski sudah melewati kiper, bola dengan mudah dihalau bek.

Menit ke-80, Korea nyaris menyamakan skor. Kali ini tiang gawang yang jadi penyelamat Indonesia karena bola tendangan bebas pemain Korea dari sisi kanan pertahanan hanya membentur pojok kiri atas gawang, meski Ravi tak bereaksi mengantisipasi bola lambung tersebut.

Ravi menjadi pahlawan Indonesia di menit ke-85. Kali ini dia berhasil mengeblok tendangan striker Korea yang tinggal berhadapan dengannya. Semenit berselang, stadion bergemuruh oleh sorakan suporter karena Evan Dimas kembali mencetak gol untuk membuat hat-trick dalam laga tersebut, yang membawa Indonesia unggul 3-1.

Ilham menjadi inspirator lewat aksinya dari sisi kanan. Pemain yang selalu beroperasi di sayap kiri ini lebih dulu membongkar pertahanan lawan, kemudian memberikan umpan ke tengah, yang bisa disambut Evan Dimas. Dengan kaki kirinya, dia melesakkan bola ke sisi kanan gawang.

Korea akhirnya bisa mencetak gol pada menit ke-89 lewat sundulan Shu Meonghwon untuk mengubah skor menjadi 3-2. Tetapi ini menjadi gol terakhir dalam laga tersebut karena sampai wasit membunyikan peluit panjang, skor tetap 3-2 untuk Indonesia.

Thursday, October 10, 2013

Inilah Daftar Dinasti Politik Ratu Atut


KELUARGA gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah menguasai hampir seluruh pemerintahan di Banten mulai gubernur hingga kabupaten kota. Bahkan sejumlah keluarga Atut juga bercokol di pemerintahan legislatif pusat. Padahal dulunya orang tidak mengenali siapa mereka hingga mereka menjabat kursi-kursi strategis di pemerintahan.

Lantas siapa sajakah mereka? Berikut daftarnya.

Ibu tiri Atut, Heryani jadi Wakil Bupati Pandeglang

Adik Atut, Ratu Tatu Chasanah menjabat Wakil Bupati Serang

Adik tiri Atut, TB. Haerul Jaman, Walikota Serang

Adik ipar Atut, Airin Rachmy Diani Walikota Tangerang Selatan.

Suami Atut, Hikmat Tomet anggota DPR RI;

Anak Atut, Andika Hazrumy anggota DPD

Menantu Atut, Ade Rossi Khaerunisa anggota DPRD Kota Serang

Ibu tiri Atut, Ratna Komalasari DPRD Kota Serang

Aden Abdul Cholik adik ipar Atur, jadi anggota DPRD Provinsi Banten.

BENAR BENAR KELUARGA YANG BERHASIL


http://www.islampos.com/inilah-daftar-dinasti-politik-atut-82039/

Wednesday, October 9, 2013

Gang Dolly Surabaya akan diubah menjadi sentra PKL


Meski upaya penutupan lokalisasi Dolly oleh Pemkot Surabaya disetujui dan akan diback up Pemprov Jawa Timur, banyak pihak menilai hal itu tidaklah mudah.
Ketua Komisi E DPRD Jatim, Sugiri Sancoko mengakui untuk bisa melakukan penutupan lokalisasi secara organik, memang harus ada sedikit pemaksaan. Tapi di sekitar wilayah lokalisasi itu multi problem. Sehingga jika nantinya tempat prostitusi terbesar se-Asia Tenggara ini jadi ditutup, maka pemerintah harus memikirkan solusi untuk banyak problem itu.

“Memang harus sedikit dipaksa untuk menutupnya. Tapi yang jadi persoalan, disana kan multi problem sosial dan banyak hal. Cara menutupnya ya tidak dengan aturan dan kekuasaan semata. Yang penting bagaimana mengentaskan pelaku sampai kepada yang mengkomandani, yaitu mucikari. Itu harus dituntaskan secara utuh,” jelasnya pada LICOM, Kamis (10/10).
Banyak persiapan yang harus dilakukan, mulai dari pendekatan langsung, pelatihan, ceramah agama, pengajian dan sebagainya. Menurutnya, proses penyadaran kepada PSK dan mucikari ini tidak mudah dilakukan. Apalagi setelah ditutup nanti, mereka hanya diberikan uang saku sebesar Rp 3 juta. Jelas nominal itu tidak akan cukup.
“Kalau tempatnya ditutup, otomatis pendapatan PSK dan mucikari menurun. Jika biasanya sehari mereka bisa digauli banyak lelaki sehingga bisa dengan mudah mendapat uang ratusan ribu dalam sehari, kan ya jelas nilai Rp 3 juta itu tidak cukup. Selama proses dibaliknya tidak dituntaskan maka persoalan ini tidak akan selesai. Jadi pendekatan-pendekatan itulah yang perlu diintensifkan,” katanya.
Apalagi, penyebaran penyakit HIV/AIDS yang dibawa oleh pekerja seks komersial (PSK) menjadi hal yang menakutkan. Bahkan mungkin penyebarannya lebih cepat jika lokalisasinya ditutup. ”Bisa saja PSK itu bukannya bertobat tapi malah lebih gencar lagi untuk menjajakan dirinya di tempat lain dan sembarang tempat. Apalagi mereka yang mengidap HIV dengan mudahnya menularkan penyakit ke pelanggannya. Wah bisa kacau, penyebaran penyakit malah semakin cepat dan meningkat. Saat ini saja sudah terjadi peningkatan,” ujarnya.
Pihaknya minta semua pihak memandang persoalan secara holistik dan tidak hanya dilihat dari satu sisi. “Mempercepat penutupan iya, tapi tahu pokok persoalannya jauh lebih penting,” tegasnya.
Seperti diketahui, Walikota Surabaya, Tri Rismaharini menargetkan penutupan Dolly secepatnya. Upaya untuk membebaskan Kota Pahlawan dari praktik-praktik prostitusi itu mendapat dukungan dari Pemprov Jatim. Bahkan Gubernur Jatim, Soekarwo juga bersedia untuk sharing bantuan keuangan (BK). “Saya support, kita siap untuk bantu kegiatan itu dan ini ide bagus. Apalagi sekarang Dolly sepi, tidak laku,” ujarnya.
Upaya pemkot untuk menjadikan Dolly sebagai sentra smart city akan didukung penuh oleh pihaknya. “Programnya apa aja itu pasti kita support. Bahkan kita diminta sharing pembelian dan kegiatan ibadah akan kita bantu. Tapi kalau untuk bisnis ya enggak,” kata Pakde Karwo.
Sharing BK bisa dilakukan jika bekas tempat lokalisasi itu digunakan untuk kegiatan sosial dan keagamaan. Pemprov berharap rencana sistem penutupan lokalisasi juga bisa diikuti oleh pemerintah kabupaten/kota di Jatim.
Sementara untuk kompensasi yang akan diberikan kepada para pekerja seks komersial (PSK), gubernur menegaskan, bahwa sistemnya juga sharing antara pemprov dan pemkab/pemkot. Setelah upaya penutupan berhasil nantinya, pemkot akan menyulap area dan rumah-rumah yang ada di daerah Dolly menjadi smart city, yakni akan dibangun pasar dan sentra Pedagang Kaki Lima (PKL)

http://www.lensaindonesia.com/2013/10/10/jelang-diubahnya-lokalisasi-dolly-menjadi-sentra-pkl.html.

Jakarta Bakal Punya MRT


Akhirnya proyek Mass Rapid Transit (MRT) di Jakarta mulai dibangun hari ini dengan ditandai kegiatan groundbreaking di kawasan Dukuh Atas, Jl Sudirman. Proyek ini sempat menjadi perdebatan, wacana dan hingga polemik selama 24 tahun.

"Akhirnya setelah 24 tahun mimpi warga Jakarta ingin punya MRT terwujud, bahkan selama 24 tahun itu ada yang mimpinya sudah hilang," kata Gubernur DKI Jakarta Jokowi saat acara groundbreaking, Kamis (10/10/2013)

Sementara itu, Direktur Utama MRT Jakarta Dono Boestami memastikan mulai hari ini hingga akhir 2017, proyek MRT akan terus dikerjakan. Bahkan menurutnya masyarakat bisa mengetahui dan memantau proyek MRT, akan dipasangi CCTV yang bisa diakses di website MRT secara langsung, CCTV itu akan dipasang disemua proyek pengerjaan MRT.

"Hari ini dimulai pengerjaanya ditargetkan selesai akhir 2017 untuk fase I Lebak Bulus-Bundaran HI, pada Kuartal I 2018 MRT ini beroperasi secara komersial," ujarnya.

Kegiatan groundbreaking ini merupakan bagian dari pengerjaan paket MRT bawah tanah yang merupakan bagian dari tahap I proyek MRT dari Lebak Bulus-Bundaran Hi.

"Ada 13 stasiun MRT layang, 6 dari Fatmawati hingga Sisingamangaraja, dari Sisingamangaraja ada depo kami di Lebak Bulus, dan ada 6 stasiun layang dari bundaran Senayan hingga Bundaran HI," katanya.

http://finance.detik.com/read/2013/10/10/102014/2383195/4/jokowi-akhirnya-setelah-24-tahun-mimpi-warga-jakarta-punya-mrt-terwujud

Pada 2014 TNI AU Akan Makin Disegani


Bagi bangsa Indonesia, perang merupakan jalan terakhir yang harus ditempuh, namun menyiapkan diri untuk siap perang, adalah langkah yang cerdas untuk menjamin situasi damai. Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala Staf TNI AU Marsekal TNI I.B. Putu Dunia pada beberapa kesempatan. Kasau juga menyampaikan bahwa dalam kurun waktu 10 tahun ke depan, tantangan yang dihadapi TNI Angkatan Udara akan semakin berat. Kemajuan Teknologi semakin pesat, peran kekuatan udara dalam perang modern semakin diperlukan.
Sebagai salah satu komponen pertahanan negara, TNI Angkatan Udara terus tumbuh berkembang seiring dengan dinamika pembangunan nasional dan perkembangan lingkungan strategis. Maka kebijakan yang ditempuh TNI Angkatan Udara yakni “Minimum Essensial Force” merupakan jawaban tepat untuk dilaksanakan. Kita berharap, melalui pelaksanaan Renstra 5 tahunan, pertumbuhan dan perkembangan TNI Angkatan Udara ke depan mampu mewujudkan kekuatan tersebut, itulah sambutannya dalam peringatan Hari Kebangkitan Nasional.
Memang harus diakui bahwa kekuatan militer yang tangguh dari sebuah negara merupakan detterent power untuk mencegah serangan dari musuh atau calon musuh. Oleh karena itu kita kagum dengan upaya Kabinet Indonesia Bersatu Jilid-II dibawah Presiden SBY yang memutuskan meningkatkan kemampuan militer (TNI) dalam konsep MEF  yang akan dilaksanakan melalui rencana strategis 5 tahunan.
Kementerian Pertahanan (Kemhan) optimis pencapaian kekuatan pokok minimal (MEF) lebih cepat lima tahun dari target yang telah ditentukan. Jika awalnya pencapaian MEF akan tercapai pada 2024, Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro yakin MEF bisa tercapai pada 2019. "Awalnya pencapaian MEF ditargetkan selesai dalam tiga kali renstra (2009-2024). Namun, ternyata bisa dicapai dalam dua kali renstra (2009-2019)," kata Menhan seusai Rapat Pimpinan di Kantor Kementerian Pertahanan (Kemhan), Jakarta.
Pencapaian MEF yang lebih cepat lima tahun dari yang ditargetkan ini merupakan sebuah terobosan. Keberhasilan ini tak lain berkat besarnya APBN yang digelontorkan ke Kemhan. Jelas upaya tersebut merupakan kerja keras Menhan beserta jajarannya dalam menyinergikan sumber dana yang ada di negara dalam meningkatkan kekuatan dan kemampuan TNI, khususnya dalam menyikapi perkembangan situasi kawasan. Menhan pun meyakini kekuatan alutsista TNI AU hingga semester I/2014 mendatang dalam rangka kekuatan pokok minimum (Minimum Esensial Force) akan mencapai 40 persen. Hanya yang perlu mendapat perhatian adalah kebutuhan biaya operasional penambahan alutsista yang demikian banyak dan mendadak, jelas akan menyebabkan membengkaknya anggaran, disamping anggaran pemeliharaan.
Panglima TNI Laksamana Agus Suhartono mengapresiasi kinerja jajarannya yang bekerja keras dalam pengadaan alutsista. Dia optimistis bisa mempercepat pencapaian MEF pada 2019. Saat ini pihaknya terus melakukan tiga hal besar dalam upaya pencapaian MEF. Pertama penghapusan alat utama sistem senjata (alutsista) yang sudah tak bisa lagi digunakan, kedua, peningkatan kemampuan alutsista yang saat ini dalam kondisi kurang maksimal dan ketiga, pengadaan alutsista baru.
Pada Tahun 2014, walaupun pemerintahan sudah berganti, Indonesia tinggal menunggu kedatangan alutsista. Kontrak-kontrak pengadaan sudah harus selesai di 2013. Itulah harapan pejabat terkait pertahanan pada akhir masa jabatannya. Mereka hanya berharap pada kabinet selanjutnya masterplan kekuatan pokok minimum (MEF) tetap dipertajam. Pada awal 2013, pemerintah menganggarkan APBN sebesar 77 triliun rupiah.  Khusus untuk alutsista, pemerintah menyisihkan 36 triliun rupiah dari anggaran itu. Presiden sudah berkomitmen akan terus mengucurkan dana sebesar 156 triliun rupiah hingga 2014 di luar pos APBN. Penggelontoran anggaran yang demikian besar jelas mengejutkan negara-negara tetangga, mengingat daya pukul TNI AU mendadak meningkat beberapa kali lipat.
TNI Angkatan Udara akan terus menambah jumlah alat utama sistem senjata (alutsista) yang dimilikinya, bahkan ada 102 alutsista baru pada rencana strategis pembangunan TNI AU tahun 2010-2014.  Alutsista baru tersebut meliputi pesawat tempur F-16, T-50, Sukhoi, Super Tucano, CN-295, pesawat angkut Hercules, Helikopter Cougar, Grob, KT-1, Boeing 737-500. TNI AU juga akan melengkapi alutsista modern, seperti radar pertahanan udara, peluru kendali jarak sedang, dan pesawat tanpa awak.

Pembangunan Skadron TNI AU dan Pesawat Baru

Dalam menindak lanjuti rencana kedatangan alutsista (Alat Utama Sistim Senjata) yang baru, TNI Angkatan Udara berencana menambah tiga skadron udara, yakni skadron udara tempur, angkut, dan pesawat intai menyusul program pembelian 102 unit pesawat berbagai jenis. "Saat ini tengah disiapkan skadron udara 16 di Pekanbaru (Riau), pembangunan skadron udara di Makassar, Sulawesi Selatan dan skadron udara Pontianak, Kalimantan Barat," kata Kepala Staf Angkatan Udara (Kasau) Marsekal TNI Ida Bagus Putu Dunia pada peringatan HUT TNI AU, 9 April 2013.
Skadron udara 16 di Lanud Roesmin Nuryadin, Pekanbaru merupakan  home base pesawat tempur F-16 yang berasal dari hibah dari Amerika Serikat. Selama ini F-16 Falcon bersarang di fighter base Lanud Iswahyusi Madiun. "Sekarang ini sudah mulai bangun shelter untuk pesawat. Tahun depan akan datang 8 unit (dari 24 unit)," kata Kasau. Pada bulan Oktober 2011, DPR menyetujui hibah F-16 akan ditingkatkan mirip dengan Blok terbaru varian 50/52.  TNI-AU juga mengalami kemajuan dalam reaktivasi seluruh 10 unit F-16 Fighting Falcon Blok 15 OCU.
Pembangunan skadron udara untuk pesawat angkut di Makassar, Sulawesi Selatan, akan diisi pesawat Hercules C-130H, berasal dari pembelian serta yang berasal dari  hibah dari Australia. TNI AU akan mengganti Fokker F-27, dimana telah dipesan 9  CASA C-295 Spanyol, yang diproduksi bersama PT Dirgantara Indonesia. Sementara itu di Lanud Supadio Pontianak akan menjadi markas pesawat tanpa awak, drones (UAV). "Skadron UAV di Pontianak sudah disiapkan, tinggal menunggu pesawatnya saja. Mudah-mudahan segera datang," kata Putu Dunia.
Saat ini, TNI AU telah memiliki empat unit pesawat tempur taktis Super Tucano, sehingga diharapkan TNI AU memiliki satu skadron pesawat Super Tucano yang ditempatkan di Skadron Udara 21 Lanud Abdulrahman Saleh, Malang. Pada 2013 diharapkan akn berdatangan pesanan super Tucano lainnya ke Lanud Abdulrahman Saleh Malang.
Untuk melengkapi pesawat tempur jenis Sukhoi di Skadron Udara 11 Wing 5 Lanud Sultan Hasanuddin sebanyak 16 Unit di Tahun 2013. Diungkapkan oleh Wamenhan Sjafrie Samsuddin, “Sesuai dengan perencanaan semestinya tahun 2014, akan tetapi khusus skadron 11 yang alutsistanya pesawat tempur Sukhoi kita akan dorong di tahun 2013 sudah lengkap. Jadi kesimpulan persiapan bahwa di dalam 2014 ini kita akan lengkap skadron 16 unit dan sudah mengudara semua, “ katanya,  Kamis (18/4) saat meninjau Skadron Udara 11 Wing 5 Lanud Sultan Hasanuddin, Makassar, Sulawesi Selatan.  Dijelaskan oleh Wamenhan, dengan datangnya 2 unit pesawat Sukhoi jenis  SU-30 MK2 pada bulan Februari lalu, saat ini TNI AU sudah memiliki 12 unit pesawat jet tempur Sukhoi,  Su-27 SKM dan Su-30 MK2.
TNI AU akan mendapat 16 Pesawat latih Grob G120TP buatan Jerman. Keempat pesawat Latih Dasar (LD) dengan registrasi LD-1201, LD-1202, LD-1203, dan LD-04 yang sudah di roll out   dikirim ke Indonesia menggunakan kapal laut dan akan tiba di Indoensia sekitar  akhir Juli 2013. Pesawat Grob G 120TP dibeli Pemerintah Indonesia untuk digunakan TNI AU sebagai pengganti pesawat latih mula (LM) AS-202 Bravo dan pesawat Latih Dasar (LD) T-34C yang telah digunakan selama lebih 30 tahun. Ke-18 pesawat dijadwalkan pengirimannya akan selesai tahun 2014.
Selain itu dalam waktu dekat, TNI AU akan segera diperkuat satu skadron yang terdiri  dari 16 pesawat latih  tempur ringan T50 Golden Eagle dari Korea Selatan. T-50 buatan Korea dan Lockheed tersebut akan menggantikan peran pesawat Hawk MK-53 sebagai pesawat tempur latih. Juga sebagai pesawat transisi bagi penerbang Sukhoi.
Di AU Korea (Republic of Korea Air Force), pembuatan T-50  ini awalnya dimaksudkan untuk mengembangkan pesawat latih supersonik, untuk melatih dan mempersiapkan pilot (transisi) untuk pesawat tempur KF-16 dan F-15K. T-50 dipergunakan untuk menggantikan pesawat latih T-38 dan A-37 dipergunakan oleh ROKAF). T-50 mulai operasional awal dari 28 Juli-14 Agustus 2003. Design dari T-50 Golden Eagle  sebagian besar berasal dari F-16 Fighting Falcon, dan mereka memiliki banyak kesamaan ; penggunaan mesin tunggal, kecepatan, ukuran, biaya, dan berbagai kelengkapan senjata.
T-50 dilengkapi dengan Honeywell H-764G  sistem navigasi inersial global dan HG9550 radar altimeter. Pesawat ini adalah pesawat latih pertama yang memiliki fitur digital kontrol fly-by-wire.
T-50 Golden Eagle menggunakan engine tunggal General Electric F404-102, turbofan lisensi produksi Samsung Techwin, di upgrade dengan Full Authority Digital Engine Control (FADEC) sistem yang dikembangkan bersama oleh General Electric dan Korea Aerospace Industries. Pesawat ini memiliki kecepatan maksimum Mach 1,5. TA-50 adalah versi yang lebih dilengkapi dengan senjata berat dibandingkan T-50, dalam latihan tempur dan peran penyerang ringan. Pesawat ini dilengkapi dengan radar Elta EL/M-2032. TA-50 dirancang untuk beroperasi sebagai platform tempur penuh untuk senjata presisi terpadu, rudal udara ke udara dan rudal udara ke darat. TA-50 dapat berfungsi  juga  untuk misi pengintaian, bantuan tembakan udara  dan fungsi perang elektronik.
TA-50 dipersenjatai dengan versi meriam tiga laras M61 Vulcan kaliber 20 mm. Dapat dipasang rudal AIM-9 Sidewinder di wingtip. Berbagai senjata tambahan dapat dipasang pada underwing. Compatible air-to-surface weapons, rudal AGM-65 Maverick, Hydra 70 dan peluncur roket LOGIR, CBU-58 dan Mk-20 bom cluster, dan berbagai bom Mk-82, 83, dan 84.
TNI AU akan memiliki satu skadron Golden Eagle yang terdiri dari 12 pesawat T-50 (Advanced trainer version) dan 4 pesawat TA-50 (Tactical trainer/light attack version). Dengan home base di Lanud Iswahyudi Madiun. Pesawat T-50 akan dicat dan design warna biru kuning, warna yang  mirip dengan yang dipakai oleh tim aerobatic Elang Biru (F-16). Kemungkinan T-50 juga akan dipakai menjadi salah satu generasi penerus tim aerobatik kebanggaan TNI AU.

Kekuatan dan Kemampuan Udara Yang Disegani

Menurut ilmu intelijen, dalam menghitung lawan atau calon lawan, yang harus diukur dari sebuah negara adalah kekuatan, kemampuan dan kerawanan militer. Dari sisi perbandingan kekuatan udara, dilihat dari jumlah dan jenis pesawat. Kemudian kemampuan baik sebagai unsur penyerang, strategis dan taktis serta kemampuan pertahanan. Seperti yang dikatakan oleh Kasau, pada saat damai maka kekuatan militer harus dibangun untuk persiapan perang. Artinya, kita harus melihat dan mengukur Order of Battle negara lain.
Nah kini dari sisi kekuatan udara, Indonesia secara mengejutkan hanya dalam dua renstra telah mampu membangun kekuatan dan kemampuan yang jelas diperhitungkan oleh negara-negara tetangga. Ini semua jelas tidak terlepas dari membaiknya kondisi perekonomian Indonesia, sehingga anggaran pertahanan, khususnya pengadaan alutsista telah meningkat dengan pesat. Pada tahun 2014, Indonesia mempunyai daya pukul dan daya pertahanan yang mumpuni apabila terjadi konflik dengan negara lain.
Seperti telah dikemukakan, TNI AU mengemban tugas yang tidak ringan yaitu harus menyiapkan sumber daya manusia, khususnya para penerbang pesawat-pesawat modern tersebut. Penyiapan skill personel untuk mengawaki pesawat masa kini bukan sebuah pekerjaan yang mudah. Dibutuhkan penerbang yang profesional dan berkemampuan tinggi, disamping adanya tenaga-tenaga pendukung lainnya yang mumpuni. Kegagalan atau terbatasnya dukungan anggaran operasional, pemeliharaan serta penyiapan personil yang berkemampuan memadai menjadi inti dari manajemen TNI AU yang sedang menuju sebagai  "First class Air Force." Penulis percaya pemerintahan masa kini sudah memperhitungkan kemungkinan tersebut, hingga tidak menjadi beban tersendiri bagi pemerintahan selanjutnya, khususnya bagi TNI AU. Yang jelas sebagai warga "the blues" penulis ikut bangga negara memiliki "daya kepruk udara" yang mendadak menjadi luar biasa.
Beberapa negara tetangga  jelas merasa gelisah, karena beberapa pengamat militer internasional mengatakan adanya indikasi, Indonesia akan menuju kepada kekuatan udara superior,  akan mengarah untuk memiliki sepuluh skadron Su-27/Su-30 dimasa mendatang. Belum lagi kalau pemikiran pejabat pertahanan pemerintahan mendatang bergeser dan meningkat, ingin memiliki jenis Sukhoi Su-35.  Siapa yang tidak gentar? Jadi, jangan sepelekan Indonesia. Itu saja kesimpulannya. Semoga Tuhan Yang Maha Kuasa melindungi TNI AU sebagai salah satu komponen pertahanan negara yang kita cintai bersama, Aamiin.


http://ramalanintelijen.net/?p=7041